Berita

UIN Alauddin dan UIN Suska Riau Tukar Pengalaman Pengembangan Perguruan Tinggi

Kerjasama Online — Setiap perguruan tinggi memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda. Bagi Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., pengalaman tersebut justru dapat menjadi ruang untuk saling belajar ketika dua perguruan tinggi bertemu.

Gagasan itu mengemuka dalam pertemuan UIN Alauddin Makassar dengan UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Lantai 3, Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua universitas.

Prof. Hamdan mengatakan, berbagai dinamika yang dihadapi masing-masing universitas dapat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk pengembangan kelembagaan.

“Banyak dinamika dari masing-masing universitas yang bisa kita jadikan pembelajaran untuk keduanya,” ujar Prof. Hamdan.

Dalam forum tersebut, Prof. Hamdan memperkenalkan jajaran UIN Alauddin yang hadir, di antaranya para wakil rektor, dekan fakultas, ketua lembaga, serta sivitas akademika lainnya.

Ia kemudian memaparkan sejumlah perkembangan UIN Alauddin Makassar, mulai dari kondisi sumber daya manusia, jumlah guru besar dan dosen, hingga perkembangan jumlah mahasiswa. Prof. Hamdan juga menyampaikan dinamika penerimaan mahasiswa baru yang mengalami sedikit penurunan jumlah pendaftar pada tahun ini.

Pada bidang layanan kesehatan, Prof. Hamdan berbagi perkembangan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar yang dibangun oleh Kementerian Agama. Rumah sakit tersebut kini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan mengalami peningkatan jumlah pasien.

UIN Alauddin juga tengah mempersiapkan pengembangan Fakultas Kesehatan di Kampus III melalui kerja sama dengan skema IsDB-PHLN. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat kapasitas pendidikan sekaligus mendorong UIN Alauddin menjadi salah satu tujuan pengembangan pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., CA, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk bertemu dan berbagi pengalaman dengan UIN Alauddin Makassar.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, baik dalam aspek akademik maupun praktik pengelolaan perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, kami sampai akhirnya di UIN Alauddin Makassar ini. Mudah-mudahan niat kita untuk saling bekerja sama dan berbagi pengalaman, secara akademis maupun praktis,” tutur Prof. Leny.

Menurut Prof. Leny, pengalaman UIN Alauddin dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi UIN Suska Riau. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya membangkitkan kembali kejayaan UIN Suska Riau.

“Sekarang tugas kami adalah membangkitkan masa kejayaan itu. Mudah-mudahan kami bisa banyak belajar juga dengan Pak Rektor,” ujarnya.

Prof. Leny hadir bersama Ketua Satuan Pengawasan Internal UIN Suska Riau, Dr. Khairil Henry, S.E., M.Si., Ak., serta Ketua Tim Kerja Sama, Fitry Yenty, S.Ag.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU oleh kedua rektor, pertukaran cenderamata, dan foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *